Momentum Hari Buruh, Presma STAIMA Sintang Soroti Ketimpangan Ketenagakerjaan

No Comments

Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh 1 Mei dapat dimanfaatkan sebagai momentum refleksi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih terjadi di Kabupaten Sintang. Presiden Mahasiswa DEMA STAIMA Sintang, Muhammad Afrizal, menyoroti masih adanya ketimpangan yang dirasakan para pekerja, meskipun mereka memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.“Hari Buruh bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum refleksi atas masih banyaknya ketimpangan yang dirasakan para pekerja, khususnya di Kabupaten Sintang,” ujar Afrizal.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan, seperti upah yang belum sepenuhnya menjamin kesejahteraan, minimnya perlindungan kerja, serta lemahnya pengawasan terhadap pemenuhan hak-hak buruh.

“Saya menilai, bahwa buruh bukan hanya alat produksi, melainkan manusia yang memiliki martabat dan hak untuk hidup layak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah praktik yang dinilai masih merugikan pekerja, di antaranya keterlambatan pembayaran upah, ketidakjelasan status kerja, serta kondisi kerja yang tidak manusiawi.

“Tidak boleh ada lagi praktik pengabaian hak normatif pekerja, keterlambatan pembayaran upah, ketidakjelasan status kerja, maupun pembiaran terhadap kondisi kerja yang tidak manusiawi,” lanjutnya.

Afrizal juga mendorong pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak perusahaan di Kabupaten Sintang untuk menjadikan kesejahteraan buruh sebagai prioritas utama.“Pemerintah daerah, dinas terkait, dan seluruh perusahaan di Kabupaten Sintang harus menjadikan kesejahteraan buruh sebagai prioritas, bukan sekadar formalitas administratif. Penegakan regulasi ketenagakerjaan harus dilakukan secara tegas dan tanpa kompromi,” katanya.

Dalam momentum Hari Buruh ini, ia juga menyampaikan seruan kepada seluruh pihak.

“Naikkan kesejahteraan buruh, tegakkan hak-haknya, dan hentikan segala bentuk eksploitasi tenaga kerja. Karena daerah tidak akan maju jika para pekerjanya terus dipaksa bertahan dalam ketidakpastian,” tutupnya.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan seruan solidaritas, “Hidup Buruh! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan buruh dalam memperoleh keadilan dan kesejahteraan.

Penulis: Putra

About us and this blog

We are a digital marketing company with a focus on helping our customers achieve great results across several key areas.

Request a free quote

We offer professional SEO services that help websites increase their organic search score drastically in order to compete for the highest rankings even when it comes to highly competitive keywords.

Subscribe to our newsletter!

More from our blog

See all posts

Leave a Comment